GiroCode: data transfer di dalam kode

GiroCode, nama resminya EPC QR Code, memuat seluruh data yang dibutuhkan untuk transfer SEPA: penerima, IBAN, jumlah, dan berita transfer. Setelah dipindai, aplikasi bank mengisi formulir dan sisanya hanya konfirmasi.

Buat GiroCode

IBAN, jumlah, dan berita transfer

Tim editorialTerakhir ditinjau: 29 Oktober 2026Pedoman editorial

Jawaban singkat

GiroCode adalah kode QR sesuai standar EPC069-12 dari Dewan Pembayaran Eropa. Isinya IBAN penerima, nama, jumlah, mata uang, dan berita transfer; pembacanya aplikasi bank yang mendukung standar itu. Di Indonesia pembayaran memakai QRIS dan transfer bank biasa, jadi kode ini berguna terutama untuk faktur dari Jerman dan Austria.

Standar ini lahir untuk faktur kertas: alih-alih menyalin 26 karakter IBAN dan jumlahnya, pelanggan memindai kode lalu mengonfirmasi. Tidak ada salah ketik nomor rekening, lebih sedikit telepon ke bagian akuntansi.

Di Indonesia format ini bukan kebiasaan sehari-hari. Untuk pembayaran dipakai QRIS, dan untuk transfer antarbank dipakai aplikasi bank masing-masing. GiroCode masuk akal ketika uang dikirim ke kawasan euro.

Isi kodenya

Kode terdiri dari kolom-kolom dengan urutan tetap, dipisahkan baris baru. Kolom pertama adalah pengenal layanan, lalu versi, pengodean karakter, IBAN penerima, namanya, jumlah, mata uang, dan berita transfer.

Urutannya wajib, karena aplikasi membaca kolom berdasarkan posisi, bukan berdasarkan nama. Satu baris yang tertukar membuat kode ditolak atau mengisi formulir dengan data yang salah.

  • IBAN tanpa spasi, dalam satu baris
  • Jumlah memakai titik sebagai pemisah desimal, misalnya 149.90
  • Mata uang dalam tiga huruf, umumnya EUR
  • Berita transfer yang akan dilihat penerima di rekening koran

Kapan masuk akal di Indonesia

Pada faktur dari mitra di Jerman, Austria, Belgia, dan Finlandia, tempat standar ini lazim dan sering tercetak di samping data transfer.

Pada faktur Anda untuk klien luar negeri, bila Anda tahu aplikasi bank mereka membaca GiroCode. Untuk klien di dalam negeri manfaatnya kecil: mereka akan memakai QRIS atau transfer dengan rekening tujuan yang sudah tersimpan.

QRIS adalah standar lain

QRIS adalah standar kode QR nasional untuk pembayaran di Indonesia, dipakai luas oleh pedagang dari warung sampai mal. Cara kerjanya berbeda: kode dibuat dalam jaringan pembayaran domestik dan dibaca aplikasi dompet atau mobile banking.

Karena itu GiroCode tidak bisa diubah menjadi QRIS atau sebaliknya. Keduanya sistem berbeda dan kode dari satu sistem tidak bekerja di sistem lain. Untuk pembayaran dalam negeri gunakan QRIS, untuk faktur dari kawasan euro gunakan GiroCode.

Cara memeriksa sebelum mengirim faktur

Buat kode, pindai dengan aplikasi bank, dan bandingkan semua kolom dengan faktur: IBAN huruf per huruf, nama penerima, jumlah, dan berita transfer. Pastikan juga jumlah memakai titik, bukan koma, karena itu kesalahan tersering saat mengetik manual.

Minta satu orang yang Anda percaya memindai di ponsel lain dan mengirim transfer percobaan satu euro. Satu uji dengan transfer sungguhan lebih bernilai daripada sepuluh pembacaan tanpa konfirmasi.

Keamanan

Kode tidak menarik uang sendiri. Memindai hanya mengisi formulir, dan transfer dikonfirmasi manusia, biasanya dengan PIN atau biometrik.

Risikonya di tempat lain: kode yang diganti pada faktur cetak atau stiker yang ditempel di poster. Selalu cocokkan IBAN di kode dengan faktur dan dengan data yang Anda kenal dari korespondensi sebelumnya.

Biaya, waktu, dan rekonsiliasi

Transfer SEPA dalam euro di dalam kawasan biasanya tiba dalam satu hari kerja dan di banyak bank tidak dikenakan biaya untuk transfer standar. Transfer kilat bisa berbayar, dan transfer mata uang lain mengikuti kurs bank.

QR code tidak mengubah aturan itu. Ia mempercepat pengisian formulir, tetapi biaya dan waktu bergantung pada bank dan cara transfer dikirim. Tidak ada biaya tersembunyi untuk kodenya.

Pertanyaan tentang GiroCode

Apakah GiroCode bekerja di bank Indonesia

Tergantung aplikasinya. Sebagian mengenali standar ini untuk transfer luar negeri, sebagian tidak membacanya sama sekali. Uji di aplikasi Anda sebelum mencetak.

Apakah GiroCode sama dengan QRIS

Tidak. GiroCode berbasis IBAN dan transfer SEPA, sedangkan QRIS adalah standar pembayaran domestik Indonesia.

Apakah jumlah wajib dicantumkan

Tidak, bisa dikosongkan dan pembayar mengetik sendiri. Pada faktur, mencantumkan jumlah justru mengurangi kesalahan.

Bisakah satu kode mencakup beberapa faktur

Menurut standar tidak. Satu kode untuk satu transfer, jadi beberapa faktur memerlukan beberapa kode.

Apa yang terjadi pada kode setelah faktur dibayar

Kode tidak sekali pakai dan tidak kedaluwarsa sendiri. Risiko sebenarnya adalah faktur yang sama dibayar dua kali.