QR code yang membuka obrolan WhatsApp
Kode memuat tautan wa.me berisi nomor telepon dan, bila diinginkan, teks pesan. Setelah dipindai, WhatsApp terbuka pada percakapan dengan Anda, dengan teks yang sudah terisi dan tinggal dikirim.
Buat QR code WhatsAppNomor dan pesan siap kirim
Tim editorialTerakhir ditinjau: 29 Oktober 2026Pedoman editorial
Jawaban singkat
Formatnya https://wa.me/6281234567890, tanpa tanda plus, tanpa angka nol di depan, dan tanpa tanda hubung. Teks pesan ditambahkan dengan parameter ?text=. Nomor ditulis dalam format internasional: kode negara 62, lalu nomor tanpa nol di depan.
Ini salah satu jenis kode yang hasilnya langsung terlihat: obrolan terbuka atau tidak. Tidak ada server perantara, statistik, atau langganan di sini.
Risiko terbesarnya adalah tertukar dengan kode WhatsApp yang lain: kode yang muncul di layar saat menyambungkan WhatsApp Web. Keduanya mekanisme berbeda, dan tertukar berarti Anda mencetak kode yang tidak melakukan apa pun.
Nomor dalam format yang bekerja
Nomor ponsel Indonesia diawali angka 8 dan panjangnya sepuluh sampai dua belas digit. Ke dalam tautan ditulis kode negara 62 diikuti nomor tanpa angka nol di depan: 6281234567890.
Kalau ditulis 08123456789, layanan menganggap nol itu bagian dari nomor dan obrolan tidak terbuka. Kalau ditulis +62, tanda plus di sebagian aplikasi dibaca sebagai spasi dan tautannya rusak.
- 62 diikuti nomor tanpa nol di depan
- Tanpa tanda plus, tanpa nol di awal, tanpa spasi
- Nomor harus punya akun WhatsApp yang aktif
Kode penyambungan adalah hal lain
Kode di layar WhatsApp Web berfungsi menghubungkan komputer ke akun Anda. Kode itu sekali pakai, diperbarui tiap beberapa detik, dan tidak menuju percakapan mana pun.
Kode yang Anda buat untuk pelanggan bersifat tetap dan menuju obrolan. Kalau keduanya tertukar, Anda mencetak kode yang kedaluwarsa dalam satu menit lalu menyimpulkan alatnya rusak.
Pesan yang sudah terisi
Parameter text memungkinkan Anda menulis pesan pertama, misalnya "Halo, saya mau tanya soal pengiriman". Ini bekerja lebih baik daripada obrolan kosong karena menghapus langkah pertama tempat orang biasanya berhenti.
Jangan menulis formulir lengkap. Dua atau tiga kata konteks sudah cukup: pesanan, jadwal, penawaran. Sisanya urusan percakapan.
Di mana bekerja, di mana tidak
Di etalase toko, selebaran, papan pengumuman, kartu nama, tanda tangan email, kemasan. Di semua tempat pelanggan sebenarnya akan menulis di WhatsApp tetapi harus mengetik nomornya lebih dulu.
Tidak bekerja pada materi yang harus berfungsi tanpa internet dan pada orang yang lebih suka menelepon. Dalam kasus itu, tuliskan nomornya di samping kode agar pilihan tetap di tangan orang.
Satu nomor atau beberapa nomor
Satu kode sebaiknya menuju satu nomor. Kalau Anda punya nomor terpisah untuk pesanan dan layanan, buat dua kode dan beri label jelas: "pesanan" dan "layanan".
Satu nomor yang dijawab beberapa orang lebih nyaman bagi pelanggan, tetapi memerlukan WhatsApp Business dengan perangkat tertaut. Dengan begitu, siapa pun yang membalas lebih dulu mengambil alih percakapan dan tidak ada yang menjawab dua kali.
Uji dalam dua langkah
Pindai kode dengan ponsel yang punya aplikasi dan dengan ponsel yang tidak. Yang pertama harus membuka obrolan, yang kedua halaman pemasangan, bukan pesan kesalahan.
Periksa juga apakah teks yang Anda tulis rusak. Kalau setelah dipindai huruf berubah menjadi deretan simbol aneh, masalahnya pada pengodean karakter, bukan pada QR code.
Pertanyaan tentang QR code WhatsApp
Apakah perlu WhatsApp Business
Tidak. Kode bekerja dengan semua akun WhatsApp, termasuk akun biasa.
Haruskah nomornya aktif di WhatsApp
Ya. Bila nomor tidak punya akun, tautannya memberi tahu bahwa nomor tidak valid.
Bisakah memakai nomor telepon rumah
Hanya bila nomor itu terdaftar di WhatsApp, yang pada telepon rumah jarang terjadi.
Bisakah pesan diubah setelah dicetak
Pada kode statis tidak. Mengubah teks berarti kode baru dan cetakan baru.
Kenapa tautan membuka peramban, bukan aplikasi
Kadang peramban mengambil alih tautan dan menampilkan halaman dengan tombol membuka aplikasi. Itu normal dan hanya menambah satu ketukan.